Have A Good Friday!

Christianity, Good Friday March 22nd, 2008

Kepala Yang Berdarah

Kidung Jemaat #170

[Ayat 1]
Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang perih,
meski mahkota duri menghina harkat-Mu,
Kau patut kukagumi: terima hormatku.

[Ayat 2]
O wajah yang mulia, yang patut disembah
dan layak menerima pujian dunia,
sekarang diludahi, dihina dicerca,
disiksa, dilukai - yang salah siapakah?

[Ayat 3]
Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t’lah Kaugantung di kayu salib-Mu.
O, kasihani daku yang harus dicela:
ampunilah hamba-Mu, beri anugerah!

…..
[Ayat 7]
Engkaulah Perlindungan disaat ajalku;
salibMulah, ya Tuhan, penghibur anakMu
dan wajahMu kupandang dengan iman teguh.
Berbahagia orang yang mati didalamMu!


Kidung ini acapkali kita dengarkan disaat kita merayakan Hari Raya Jumat Agung. Ayat pertama lagu ini menggambarkan sebuah penindasan terhadap Kristus. Begitu besaranya kasih yang Dia nyatakan dalam kehidupan umat manusia, Dia yang tidak bersalah itu harus menanggung dera akibat akibat dosa manusia.

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian (Yesaya 53:7)

Sebuah ulasan dari e-Renungan Harian Sabda menyatakan :

SAKIT YANG HEBAT

Dalam risetnya atas penyaliban Kristus, Dr. Frederick Zugibe-mantan kepala tim medis dari Rockland County New York, mengatakan bahwa memaku bagian tengah telapak tangan akan mengakibatkan rasa sakit luar biasa, yang tak dapat ditolong oleh pereda sakit apa pun. Rasanya sangat menyakitkan, membakar, seperti kilat yang menyambar menembus tangan hingga ke tulang belakang. Memaku telapak kaki juga akan memutuskan banyak saraf dan menimbulkan rasa sakit hebat yang serupa. Ditambah pula, posisi tubuh yang diberdirikan di kayu salib membuat seseorang sangat sulit bernapas. Zugibe berpendapat bahwa Yesus meninggal oleh shock karena terlalu banyak kehilangan darah dan cairan, shock yang traumatis atas setiap luka, dan shock pada jantung.

Dan itu hanya sebagian dari penderitaan Yesus! Sungguh tak terbayangkan bila kita mengalami penderitaan dan kesakitan yang serupa. Untuk apakah Yesus bersedia “mengalami maut bagi semua manusia” (Ibrani 2:9)? Bacaan hari ini menuntun kita untuk memahami keputusan besar ini. Dia berketetapan untuk melakukannya demi memimpin kita kepada keselamatan (ayat 10). Dia bersikeras memilih jalan ini agar kita tidak lagi diperhamba dosa (ayat 14). Dia juga tak ragu menyerahkan diri-Nya agar kita lepas dari ketakutan akan maut (ayat 15)!

Yesus telah melakukan misi besar ini bukan hanya untuk sebagian orang, melainkan bagi semua yang percaya kepada-Nya (Yohanes 3:16). Tak seorang pun mau dan sanggup berkorban sedemikian besar bagi kita, kecuali Yesus. Sudahkah kita menghargakan pengurbanan-Nya yang di luar akal? -AW

Mengapa Kristus yang adalah Allah sendiri harus datang kedunia, disiksa, disalib?? Bukankan Dia Mahakuasa?? Mari renungkan dan tanyakan pada diri kita sendiri!!.. Mengapa Kalau Dia Allah, Dia harus melakukan itu??

Bagi saya jawabannya adalah Kasih Allah  yang amat sangat besar bagi manusia.  Apakah jawaban anda sama dengan jawaban saya? Jika Ya.. bersyukurlah karena Allah membuatmu mengerti.

Selamat Natal

Natal December 25th, 2007

Syalom,
Dan Damai Sejahtera Bagi Dunia.

Moment Natal tiba, moment yang ditunggu-tunggu tiap orang yang percaya akan anugerah Allah yang begitu besar. Anugerah dimana Allah sendiri menanggalkan kemuliaan-Nya dan datang kedunia dengan mengambil rupa Seorang Hamba. tulah ‘Hadiah Yang Terindah Bagi Umat Manusia’.

Mungkin ada pertanyaan: “Buat apa Allah sendiri mengambil rupa Seorang Hamba dan datang menemui manusia?” Dan salah satu jawabannya dari pertanyaan tersebut adalah untuk menebus manusia dari dosa.
Dan mungkin ada pertanyaan lain untuk jawaban tersebut: “Allah itu berkuasa dan juga Maha Kasih, mengapa Dia harus repot-repot datang kedunia kalau untuk menyelamatkan manusia. Bukankan Dia hanya perlu bersabda hei Bayu.. dosamu kuampuni.. bereskan?” Jawabannya ada banyak saya akan memberi 2 jawaban.

Pertama: Allah telah menetapkan bahwa hukuman dosa adalah maut, dosa tanpa penghapusan akan tetap berdosa, dan ketika kita berdosa kita tidak akan dapat bersatu dengan Allah disorga karena Allah itu suci itu sebabnya butuh kita penghapusan dosa. Adakah dari kita tidak berdosa? Adakah dari kita merasa bahwa perbuatan baiknya cukup untuk menghapuskan dosa?

Kedua: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16. Kasih adalah kunci, Allah itu Maha Kasih.. jangan bandingkan kasih manusia dengan kasih-Nya sungguh kasih manusia tidak masuk hitungan.

Ok gitu aja.. kalau ada yang mau nambahin silahkan via comment &  akhirnya saya mengucapkan “Selamat Natal 2007″ Kiranya Damai sejahtera senantiasa kita.