Archive for May, 2008

Akhirnya Pulang

Thanks God, Akhirnya kemarin istri sudah dijinkan pulang kerumah. Kemarin Dokter Pudjo sudah mengijinkan istri pulang cuman kasih pesan kalau dirumah kudu banyak istirahat juga biar tidak pendarahan lagi. Paling tidak ngga terlalu lama dirumah sakit.

Dirumah searching-searching alasan mengapa terjadi pendarahan saat hamil, semoga bisa menjadi perbendaharaan saya & istri. Di rubrik keluargasehat.com saya mendapat beberapa hal penting bahwa tidak sedikit wanita hamil yang mengalami pendarahan, kondisi ini sering terjadi diawal kehamilan(trisemester pertama), tengah semester(trisemester kedua), atau pada kehamilan tua (trisemester ketiga). Pendarahan seperti ini tidak normal terjadi bagi wanita hamil, untuk itu para istri atau suami perlu waspada jika hal ini terjadi.

Kehamilan istri saya di trisemester ketiga kemungkinan terjadi pendarahan yaitu Plasenta previa(Plasenta letaknya rendah dan dapat berlanjut sampai di trisemester ketiga ) atau Solusi plasenta(terlepasnya sebagian plasenta sebelum bayi lahir, penyebabnya
terutama bila pasien menderita hipertensi, preeklamsia, kekurangan asam
folat atau terjaid trauma (benturan)). Saya sendiri masih ingin lebih jelas tahu kondisi istri karena Dokter Pudjo kemarin hanya dibilang masalah dengan plasenta yang kontraksi. Mungkin ini jadi bekal kontrol hari senin besok untuk ditanyakan biar semua clear, supaya saya & istri juga bisa lebih tenang dan tahu usaha preventif apa yang perlu dilakukan supaya tidak terjadi pendarahan lagi.

Blogging di Rumah Sakit Bersalin Putri

Nulis blog sambil nungguin istri yang sedang dirawat dirumah sakit bersalin, Istri kamis lalu masuk rumah sakit karena bleeding. Tapi syukurlah setelah diperiksa Dokter Pudjo sikecil baik-baik saja. Dokter bilang bahwa istri mengalami kontraksi diplasenta, sehingga terjadi pendarahan. Saat ini istri harus istirahat total dirumah sakit, bahkan untuk buang air kecilpun tidak diijinkan turun kasur. Hari ini semoga diijinkan untuk pulang kerumah kalau memang tidak bleeding lagi dan Dokter Pudjo mengijinkan.

Doh saat nungguin istri saya juga sedang tidak enak badan flu, sakit kepala, batuk dicombine jadi satu apa namanya itu demam kali ye? Malem-malem tidur pake sleeping bag punya om Nico, mayan bikin badan hangat tapi tetap saja AC serasa bisa masuk ke sleeping bag. Moga aja hari ini saya juga baikkan, capek masa sudah seminggu sakit gini terus.

Oh iya, disini tidak ada wifi nih jadinya bisa konek ke internet pake starone modal sendiri. Sayang rumah sakit bersalin sebesar ini tidak ada fasilitas wifi free. Padahal jika dibandingkan dengan pendapatan rumah sakit mungkin tidak seberapa untuk menyediakan fasilitas itu. Anggap sajalah pake speedy unlimited hanya kisaran 750000/bulan plus beli akses point yang biasa paling gak sampai 1 jt dikali 4 lantai. Bulanan hanya 750rb tapi user lebih enjoy karena adanya fasilitas tambahan, weleh ntar malah user keenakan berwifi ria gak pengen pulang.

Fasilitas tambahan dikamar sudah lumayan, TV dah konek sama Indovision. Hehehe mayan bisa lihat HBO gratis, tapi ya share bareng yang lain karena kamar diisi dua orang. Kalau pilih kamar yang sehari 450rb enak tuh bisa sendirian plus ada spring bednya buat yang nunggu, kalah hotel bintang 7.

Scada Wonderware Vulnerability

Security watchers warn of a rare vulnerability involving software
used to control industrial systems. A denial of service vulnerability
in monitoring software from Invensys poses a severe risk to the
factories and utilities running its Wonderware subsidiary’s InTouch
SuiteLink application.

Windows versions of the package use a common software component, the
SuiteLink Service, to allow components using a proprietary protocol to
talk together over TCP/IP networks.

A security bug means hackers that are able to connect to the
SuiteLink service TCP port can shut it down by sending a malformed
packet, according to Core Security, the security tools firm that
discovered the vulnerability. It’s unclear whether or not the bug creates a means for hackers to inject hostile code onto vulnerable systems.

Even the possibility that hackers could shut down SCADA (Supervisory
Control And Data Acquisition) systems remotely, and without needing to
get past password checks, is bad enough in itself. According to
Wonderware’s website, one third of the world’s industrial plants run
its software.

The US Department of Homeland Security rated the vulnerability as a high risk bug, in a security alert issued on Tuesday. The SANS Institute’s Internet Storm Centre advises admins to patch vulnerable systems as soon as possible.

Vulnerabilities in consumer and business software are commonplace
while bugs involving industrial control software are rare. Security
firms, most notably Symantec, are trying to expand from their
traditional markets into the sale of kit to protect SCADA systems,
which are increasingly controlled over IP networks and therefore (at
least in theory) more vulnerable to attack

Kutipan dari theregister.co.uk bikin miris jika faktor sekuritas diabaikan. Dulu sewaktu kuliah sempat belajar bermain dengan SCADA, harga sangat mahal(Mungkin karena mahal, gak ada yang mampu beli sehingga expose vulnerability tidak terlalu banyak), dan memang sangat memudahkan jika diimplementasikan dalam sebuah sistem. Di Indonesia sepertinya sudah banyak yang menggunakannya, setahu saya adalah FreePort, dan mungkin beberapa Power Plant seperti Python.

Nah kalau semua seperti ini apakah faktor sekuritas akan diabaikan, dan yang penting user happy?

Ref:
Wonderware
Wonderware SuiteLink Denial of Service vulnerability
Vulnerability Summary CVE-2008-2005

Industrial Control Systems Vulnerability

Azalia Basic Information

Azalia Tutorial
Here are some basic troubleshooting tips for working
with new azalia codecs.

The generic driver creates every possible mixer item, so new
codecs can be can be thorougly tested in userland by fiddling
with them. What follows is an incredibly tedious process, but
I’ve tried my best to arrange it so that you’ll find the
solution as quickly as possible.

Here goes..

Start up some music sampled at 48000 Hz. If you don’t have
any, here is a copy of the 3.0 song resampled at that rate.
I figured that would be best since since many of us know how
it is supposed to sound (this is also the bsdtalk intro
music).

http://freedaemonhosting.com/~deanna/song30_48khz.mp3

If you hate that too much, you can resample anything with sox
(audio/sox)

sox song.mp3 -r 48000 song48.mp3

And some lightweight players are ‘plaympeg’ (devel/smpeg) and
‘madplay’ (devel/mad).

1) Run ‘mixerctl -v’ and take a look at the items.

2) Look for any *.eapd controls, and set them all to ‘on’.

If that doesn’t work..

3) Look for any volume controls (the number,number values) and
set them all to something fairly high. 220,220 should do it.

If that doesn’t work..

4) Look for mutable items: ‘mixerctl -v | grep mute’ Now the fun
really starts! Mute every single one of these. Make sure the
music is still playing, then unmute and re-mute each one.

If that doesn’t work..

5) All mutable items should still be muted. Look for an
‘inputs.usingdac’ control. Stop the music, and choose the
next dacgroup entry. Start the music back up, and repeat
step 4.

Still no music? Repeat step five until you’ve tried all dac
groups (inputs.usingdac).

If at any point here you manage to produce some sound, save the
output of ‘mixerctl -av’ and email this plus your dmesg to
deanna@openbsd.org.

I DID NOT WRITE THIS DRIVER. NONE OF THIS IS MY FAULT! :)

This is just a last resort for the truly desperate.

Colocation Server / Dedicated Server/Virtual Private Server

Saya lagi cari-cari referensi tentang sewa space untuk colocation server atau sewa dedicated server di Indonesia, dan juga virtual private server yang ada di Indonesia. Searching dipoweri(mekso deh) oleh “Google” ngomong ada beberapa perusahaan yang menawarkan solusi tersebut, berikut ini:

  1. TelkomNet Hosting - (Slogan: Connected to the Largest Network in Indonesia, Reliable Competitive Price Excellence Services) Tidak perlu diragukan lagi untuk layanan perusahaan ini. Perusahaan ini diperkuat oleh TelkomNet Indonesia. Mengenai services layanan tak usah diragukan lagi deh, kita tahu telkom itu siapa dan gimana layanannya. Hehehe..

    Saat bisnis Perusahaan meningkat dan Anda ingin memaksimalkan seluruh potensi E-business yang tersedia maka Anda dapat mempersiapkan mesin-mesin Server E-Business sendiri dan kami akan mengurus seluruh kebutuhan infrastrukturnya sehingga Anda dapat fokus pada core business. Layanan Colocation merupakan solusi yang tepat dari kami, sehingga Anda tidak akan disibukkan lagi dengan urusan ruangan, listrik, UPS dan link internet untuk berbisnis di Internet 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Seluruh lokasi Colocation kami siap mendukung kegiatan bisnis cyber & e-commerce Anda.

    Terhubung ke TelkomNet, jaringan internet terbesar di Indonesia, TELKOM berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam penyediaan layanan hosting yang handal, tarif yang kompetitif serta layanan yang cepat dan berkualitas.

    Nah quote diatas saya ambil dari TelkomNet Hosting, “24 jam sehari, 7 hari seminggu“, gak berani ngomong 365 hari yah, mungkin karena bakal tidak sampai setahun akan ada downtime. Kantor saya juga menggunakan Fiber Optic Astinet dan memang terkadang terjadi downtime. Untuk layanan data IIX mungkin bisa lah dijadikan pilihan, tapi kalau butuh link internasional mungkin pikir-pikir dulu deh soalnya sempat kapan hari link internasional putus dan tidak ada solusi selama lebih dari 12 jam lebih. Nyimpang dikit, untuk link fiber optic Astinet kadang ngeselin, jika ada trouble lambat banget penanganannya(maklum berani harga paling murah… so services juga gak dibayar full).
    Untuk harga wah gak ada informasi nih kudu kontak langsung.


  2. NatNitNet - (slogan: Lets Keep The Internet Fun!!)
    Harga colocation tergantung dari tipe space yang digunakan:

    • 1 U Server Unit + 1IP - Rp 1.000.000,-
    • Mini Desktop/Mini Tower - Rp 2.600.000,-
      (Paket tersebut sudah termasuk 100MB IIX & Share Outbound Bandwidth)

    Untuk service tambahan:

    • 1 U Server Unit - Rp. 850.000,-
    • Mini Desktop - Rp. 2.400.000,-
    • Additional IP - Rp. 300.000,- (Inclusive Shared Bandwidth)

    Ada yang tahu kualitasnya??

  3. IdVPS

Next Page »