Archive for April, 2008

Agama dan Isteri Tetangga

Ada kiriman dari milis rekan kerja. Lumayan nih buat di share.

Kiriman: Ifan

Di milis ini kerap kita jumpai posting berbau agama. Atau perdebatan yang menjurus pada perdebatan soal agama. Kadang perdebatannya begitu panas. Sindir-menyindir atau ejek mengejek. Buat saya itu menyedihkan.

Saya teringat waktu lebih dari 15 tahun yang lalu belajar di Jogja. Waktu itu, tiap Rabu malam, saya dan teman-teman memilih nglurug ke patang puluhan, rumahnya Cak Nun, ini panggilan akrabnya penyair dan kiai mbeling
Emha Ainun Nadjib. Kita bikin forum melingkar di situ. Biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan, tapi juga ngobrolin soal keagamaan.

Forum itu diprakarsai oleh Sanggar Shalahuddin. Komandannya anak Solo, Nasution Wahyudi. Ini nama asli Jawa, nggak ada hubungannya dengan Nasution yang dari Medan. Pesertanya juga tidak cuma mahasiswa atau pemuda
yang beragama Islam. Pendek kata, pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar disitu.

Suatu malam, Cak Nun tanya pada kami di forum itu. “Apakah anda semua punya tetangga?”

Wah, saya sebenarnya belum punya. Tetapi saya anak kost, tentu saja kamar sebelah saya bisa disamakan dengan tetangga. Tetangga kost. Jadi saya ikut-ikutan saja menjawab : “Tentu saja punya”.

Cak Nun melanjutkan bertanya : “Punya istri enggak tetangga Anda?”

Sebagian hadirin menjawab : “Ya, punya dong”. Saya diam saja. Rasanya tetangga kost saya bujangan semua. Kebanyakan jomblo. Maklum anak desa. Nggak pede ngajak pacaran teman kampusnya.

Yang menarik adalah pertanyaan berikutnya : “Apakah anda pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu? Jari-jari kakinya lima atau tujuh? Mulus atau ada bekas korengnya ?”

Saya mulai kebingungan. Nggak ngeh sama arah pembicaraan Cak Nun.

Kebanyakan menjawab : “Tidak pernah memperhatikan Cak. Ono opo Cak?”

Cak Nun ndak peduli. Dia tanya lagi : “Body-nya sexy enggak?”

Kami tak lagi bisa menahan tertawa. Geli deh. Apalagi saya yang benar-benar tidak faham arah pembicaraan sang Kiai mbeling itu.

Cuma Cak Nun yang tersenyum tipis. Jawabannya bagus banget. Dan ini senantiasa saya ingat sampai hari ini. Sebuah prinsip pergaulan untuk sebuah negeri yang memilih Pancasila : “Jadi ya begitu. Jari kakinya lima
atau tujuh. Bodynya sexy atau tidak bukan urusan kita,kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja”.

“Kenapa cak?” salah satu teman bertanya, penasaran.

“Ya apa urusan kita ? Nah, keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih unggul atau apapun. Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan didalam hati saja”.

Saya pun menangkap apa yang dia maksudkan. Saya setuju dengan pandangan Cak Nun.

Dia melanjutkan serius : “Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga,
bagi orang Islam, agama lain itu salah, justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja didalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan
seminar atau pertengkaran.

Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter, umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah
dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya. ”

Mengasyikkan. Saya kagum dibuatnya.

Cak Nun terus berkata : “Itu prinsip kita dalam memandang berbagai agama. Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, dia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah. Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.Begitu. ”

Kami semua terus menyimak paparannya.

“Jadi ndak usah meributkan teologi agama orang lain. Itu sama aja anda ngajak gelut tetangga anda. Mana ada orang yang mau isterinya dibahas dan diomongin tanpa ujung pangkal. Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama,
warga berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing. ”

“Kerjasama itu dilakukan bisa dengan memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihkan kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama. Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun. Itulah lingkaran tulus hati dangan hati. Itulah maiyah,” ujarnya.

Ketika mengatakan itu nada Cak Nun datar, nyaris tanpa emosi. Tapi serius dan dalam. Saya menyimaknya sungguh-sungguh. Dan saya catat baik-baik dalam hati saya. Sayangnya dunia memang tidak ideal. Di Ambon dan Palu, misalnya saya lihat terlalu banyak orang usil mengurusi isteri tetangganya. Begitu juga di berbagai tempat di dunia. Di Bosnia. Atau yang paling baru di Irak dan Afghanistan. Akibatnya ya perang dan hancur-hancuran. Menyedihkan. Sangat menyedihkan.

-
Regards,
Syamsi Kusyanti

OpenBSD WPA & Broadcom SUCK!

Kernel implementation of the 4-way handshake and group-key handshake protocols (both supplicant and authenticator state machines) as defined in the IEEE 802.11i standard.

Software implementation of the TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) and CCMP (CTR with CBC-MAC Protocol) protocols.

This diff doesn’t implement any of the 802.1X authentication protocols and thus only PSK authentication (using pre-shared keys) is currently supported.

In concrete terms, this adds support for WPA-PSK and WPA2-PSK protocols, both in station and hostap modes.

The following drivers are marked as WPA-capable and should work: bwi(4), malo(4), ral(4), iwn(4), wpi(4), ural(4), rum(4), upgt(4), and zyd(4)

The following options have been added to ifconfig(8): wpa, wpapsk, wpaprotos, wpaakms, wpaciphers, wpagroupcipher wpa-psk(8) can be used to generate keys from passphrases.

Implementasi WPA di OpenBSD seperti sebuah terobosan baru dari para developer OpenBSD. Hebat!, satu kata ini cocok buat para developer. Didunia OpenSource mungkin baru ini aplikasi WPA diimplementasikan dilevel kernel base sebuah operating system.

Sayangnya adalah dukungan Device Wireless Driver di OpenBSD masih tidak terlalu banyak. Jika banyak operating system opensource lain tidak perduli dengan blob(binary object) driver yang penting user happy bisa wifinya bisa aktif, maka OpenBSD developer punya karakteristik beda. OpenBSD sangat strict dalam hal binary object yang di-iject-kan kedalam kernel. Yah jadinya user banyak kurang happy. Terkesan developer OpenBSD lambat dalam hal-hal yang essensial bagi user.

But… itulah mereka sekelompok kecil volunteer yang menyempatkan diri membangun sebuah operating system yang mempuni. Jika dibandingkan dengan operating system lain jelas jauh berbeda, jumlah developer dalam keluarga BSD seperti FreeBSD & NetBSD tidak perlu ditanya lagi mungkin bisa >1000 orang. Apalagi jika dibandingkan dengan Linux mungkin Developer Linux saja kalau dikumpulin bisa Surabaya penuh apalagi jika dikumpulin bareng suporternya Pulau Jawa bisa penuh tuh.
Itu tinjauan dari sisi jumlah developer, mungkin pengaruh lain adalah jumlah donatur. Donatur ke project OpenBSD tidak bisa dibandingkan dengan operating system lain, sangat jauh. Melihat sudut pandang tersebut diatas sebagai pengguna saya puas dengan performance team OpenBSD, jika dibandingkan dengan BSD lainnya atau Linux.

Back to OpenBSD-WPA, laptop saya belum support salah satu laptop yang kurang beruntung karena bwi yang belum disupport oleh OpenBSD. Semoga ada yang memberi donasi laptop yang persis mirip punya saya ke OpenBSD Developer, sehingga bisa suatu saat driver ini bisa disupport. Doh Broadcom SUCK! Hehehe enjoy aja deh.. ntar kalau cari laptop cari yang support BSD aja deh.

Arti Nama Negara/Kota Di Dunia

Ada jokes kiriman dari milis hahaha… mayan nih buat ngaca. Apalagi tuh kota paling akhir pas banget.
Berikut ini adalah kepanjangan dari nama-nama negara/kota di dunia:

H.O.L.L.A.N.D
Hope Our Love Lasts And Never Dies

I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You

L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also

F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End

C.H.I.N.A.
Come Here….. I Need Affection

B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always

N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers

I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration

K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing

C.A.N.A.D.A.
Cute And Naughty Action that developed into attraction

K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity

E.G.Y.P.T.
Everything’s Great, You Pretty Thing !

M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always

P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone… Remember Us

T.H.A.I.L.A.N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull

J.A.K.A.R.T.A
Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada

Cara Kirim Barang Bebas Bea Cukai

To: femina-friends@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, April 16, 2008 6:09 AM
Subject: [femina & friends] Cara Kirim Barang Bebas Bea Cukai

Sebuah keluarga di sebuah Provinsi Selatan China , dibingungkan saat peti jenazah dari nenek mereka tiba dari Amerika. Peti itu dikirimkan oleh salah satu sepupu mereka di sana .

Jenazah nenek mereka nampak sangat terhimpit di dalam peti dan tidak ada ruang lagi yang tersisa. Saat mereka membuka tutup peti jenazah itu, mereka menemukan sebuah surat di atasnya dan isinya adalah sebagai berikut :

Sepupuku yang terkasih,

Bersama ini aku kirimkan tubuh nenek karena dia ingin untuk dikremasikan di tanah leluhur kita di Tung Shin. Maaf aku tidak bisa datang karena gajiku sudah tidak bersisa lagi. Kalian akan menemukan di dalam peti, dibawah tubuh nenek, 12 kaleng Yohmeitsu, 10 kantong coklat Swiss! Dan beberapa kantong Chinatown Lap Cheong. Itu semua untuk kalian, dibagi rata, ya!

Dikaki nenek, kalian akan menemukan sepasang sepatu Nike Air (ukurannya 10) untuk Ah Cu. Juga ada 2 pasang sepatu untuk Ah Mei dan Ah Lien. Semoga ukurannya cocok.

Nenek memakai 6 buah T-Shirt CK (Calvin Klein). Yang ukurannya besar untuk Ah Bak dan yang lain untuk para keponakan. Kalian pilih sendiri yang mana. Dua buah celana jeans Armani yang nenek pakai adalah untuk anak-anak. Jam tangan Rolex yang selama ini Lee Ah Bai inginkan ada di tangan kiri nenek.

Untuk bibi Pei Pei , nenek mengenakan kalung, cincin dan anting merk Tiffany yang selama ini engkau inginkan. Itu semua untukmu. Juga ada 6 buah kaos kaki Polo yang dipakai nenek dibagi juga untuk para sepupu.

Jangan lupa, beritahu aku apa lagi yang kalian butuhkan karena kakek akhir-akhir ini juga memburuk kesehatannya. .. aku dapat mengirimkan semua itu saat kakek kita kembali ke sana juga.

Salam manis,

Dari sepupumu di Amerika.

[Jokes] Wawancara Ekslusive Dengan Mbak Tata

Wawancara Ekslusive Dengan Mbak Tata
============ ========= ========= ======

Di sela- sela gencarnya liputan acara kematian mantan Presiden Suharto.
Ternyata sebuah acara infoteiment mendapat hak wawancara eksklusif (via
telepon) dari Mbak Tata mengenai hubungannya dengan Tomy Suharto tepat
beberapa jam setelah berita kematian mantan orang nomer 1 di Indonesia .

Berikut bocoran petikan wawancaranya (yang isinya sangat kontroversial)
Dan sampai email ini di kirim belum berani ditampilkan di media manapun :

Wartawan (W) : Selamat siang, Mbak Tata.
Mbak Tata (TaTa) : Selamat siang juga mas Zahri.

W : Apa Mbak sudah mendengar tentang kematian Bapak Presiden Suharto?
Tata : Ya pasti sudah donk… Kayaknya saya tahu lebih dulu dari anda
dech…hehehe

W : Koq mbak tidak terlihat sedih melihat kepergian Bapak Suharto?
TaTa : Ngapain ikut sedih segala!?! Sekarang Aku 100% tidak Ada hubungan
dengan keluarga Cendana…

W : Menurut gosip yg beredar anda akan segera menikah lagi?
TaTa : Gosip dari mana? Wartawan ini suka mengada-Ada. Bikin suasana jadi
panas. Apa masih Ada orang yang mau sama saya? Kalau Ada yg mau
sich… Saya juga mau…

W : Ach mbak bisa ajah merendah. Masih banyak koq yang bilang mbak
cantik…
TaTa : Masa sich Ada yg bilang begitu !? (tertawa ringan)

W : Mas Tomy juga digosipkan sedang dekat dengan seseorang. Bagaimana
perasaan Mbak Tata?
TaTa : Saya juga manusia biasa yang punya perasaan. Tapi semua terserah dia.
Saya gak ambil pusing. Itu urusan dia. Mau kawin sama Is Lany, atau
balik ke Mbak Sandy atau kawin sama kambing kek… Terserah…Lagian
semua orang sudah tahu seperti apa kelakuan dia.

W : Apa mbak sudah tidak mencintai mas Tomy lagi?
TaTa : Dari dulu saya memang tidak mencintai dia. Saya juga tidak pernah
mendapatkan kepuasan batin dari dia. Saya cuma ingin mendapatkan
hartanya saja.

W : Tapi mas Tomy sangat mencintai anda?
TaTa : Siapa bilang? Saya tahu betul dia juga tidak pernah mencintai saya.
Dan Saya juga tidak pernah mencintai mas Tomy…

W : Loh koq Mbak bicara seperti itu?
TaTa : Lah iya.. Saya memang norak, jelek Dan tua koq… Mana mungkin mas
Tomy suka saya…

W : Tapi kenyataannya mas Tomy khan menikah dengan anda?
TaTa : Siapa? Mas Tomy menikah dengan saya? Hahaha… Enggak lah … Dia
tuch masih waras… Dia gak mungkin mau menikah dengan saya yang
jelek kayak gini…

W : Loh anda ini siapa sich ? Ini mbak Tata khan ?
TaTa : Iya… Saya ini Tata…. Tata Dado

W : he alah… Salah sambung toh…. !&^&%#$$#?!

Ternyata operator telepon salah nyambungin telpon ke nomernya Tata Dado…

Next Page »